How Most Men Think They Don’t Deserve Love Just Because they are Financially Unstable

The Good Men Project Recently Pondered 


What is a man without money? 

that is a good question. 


i’ve never been one to focus on money — my own or someone else’s or see it as a path to happiness. I scrolled through TikTok for a moment, and coincidentally, the videos on my fyp (for you page) were all about “man without money”.

But there was this one video that piqued my interest, The video was from an account @gryunk.

you can watch the video first then come back here so it will be easier for you to understand the context of today’s blog post, now that i'm at final year student girl, however sometimes i help my parents finances. hoping to retire one day and dealing with the never-ending cost of living. i think about money a wee bit more. sometimes I still don’t equate it to whether I am happy or not (and never will), although I acknowledge money certainly makes things easier.


mungkin di umur aku yg skrg masih belum “ngerasain” dan “ngerti” gimana rasanya hidup dan menikah dengan pasangan yang gajinya bisa dibilang diatas gajiku (istri). misalkan kalau dilihat dari genderku as a female, mungkin sah sah aja. tapi beda kl misal aku adalah (male) yg menganggur. tanpa memandang usia apakah mungkin aturan yg sama akan tetap berlaku? mungkin tidak juga (although I imagine a certain amount of women would eagerly entangle themselves if he was hot; yes we gals can be incredibly shallow, too). 


Unemployed, under-employed and low-income men are just not good dating or marriage material in the eyes of many women.


Pria yang menganggur, setengah menganggur, dan berpenghasilan rendah bukanlah materi pasangan atau pernikahan yang baik di mata banyak wanita.


kebanyakan orang orang pro/marriage berpendapat salah adalah ketika mereka mengatakan bahwa pernikahan akan membuat wanita berpenghasilan rendah keluar dari kemiskinan.

sementara beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang berpenghasilan rendah akan menghargai pernikahan dan memiliki pandangan yg lebih sederhana & tradisional tentang “arti” pernikahan dan perceraian itu sendiri. jika dibandingkan dengan pandangan yg lain, mereka tentunya tidak ingin menikah dengan pria yang akan menyeret mereka kebawah.

 

“seseorang pria yang tidak berkontribusi secara finansial adalah cacat” 

kalimat tsb dilontarkan oleh seorang ibu muda dalam promises i can keep: “why poor women put motherhood before marriage”


I’m sure I’m not the only girl growing up whose mother told her that it’s just as easy to love a rich guy as it is to love a poor one. 


kata ibu aku, ya nggakpapa kamu punya cowo yang belum stabil ekonominya, bisa jadi emg dia sedang berusaha buat itu. tapi lucu, kdg juga ibu nyuruh cari cowo yg “kaya”, tp aku langsung ngomong dgn lantang (bkn nyentak ye).

“buk menurut aku ya nggak boleh, cari suami kaya dan mampu sedangkan aku dibawahnya, aku juga ingin setara dulu, mapan dan stabil. aku nggak mau buk dibuat semena mena nantinya). hehe ibu aku langsung diem (mungkin mikir dan setuju). 


aku coba searching brgkali ada buku yg berkaitan sm pandangan ini, ternyata ada. 

here is the book. "smart girls marry money" : how women have been duped into the romantic dream — and how they’re paying for it. aku blm baca isi bukunya, tp aku lihat sekilas apa intisari dr buku tsb. 


studi menunjukkan bahwa tanggungjawab keuangan dan kompatibilitas keuangan lebih penting atau sama pentingnya dengan ambisi karir, ketertarikan fisik dan seks dan keintiman, terutama untuk wanita. tp penelitian  ini disponsori sm semacam lembaga kredit?? idk spesifiknya gmn, hm maybe i take it with grain of salt ahaha. but nanti aku cari yg banyak lagi deh. 


It never even occurred to me to worry about such things. tapi aku anaknya suka kepo dan kenapa mikir kok bisa ya. in this era, kayaknya emang udah ga bisa dipungkiri dgn gagasan bahwa suami harus menghasilkan lebih banyak uang daripada istrinya, dan itu memang berdampak pada siapa yang akan kita nikahi. berdampak juga berapa banyak seorang istri akan bekerja dan mengurus rumah. 


ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan: 


- apa yg terjadi jika seseorang pria menikahi seorang wanita yang memiliki pendidikan dan keterampilan yang lebih dibandingkan dia? 


mungkin memang bisa aja dan engga masalah juga bagi beberapa orang(?) tapi sama aja kayak melanggar norma sosial, dan agama juga. (laki laki diwajibkan untuk menafkahi istri baik nafkah lahir & batin) as a muslim.


laki laki menghasikan banyak uang, dengan istri yang bekerja paruh waktu atau tidak bekerja sama sekali. atau berada pada keadaan bahwa wanita tetap pada pendirian dan menghasilkan uang lebih dari pasangannya? bagaimana hal tsb mempengaruhi bahtera rumah tangga dan pernikahan? 


survei menunjukkan baik istri dan suami umumnya merasakan adanya rumah tangga yang kurang bahagia. 


so, here’s how it appears to work: 

pria atau laki-laki yang menganggur, setengah menganggur dan wanita yg memiliki gaji rendah masih dapat berkencan dan menikah dengan mempertimbangkan materi pernikahan (financial stable), sedangkan pria tidak boleh. selan itu, wanita yg memiliki gaji tinggi boleh dan dapat untuk dijadikan istri selama gaji mereka tidak lebih dari suami. 


aku cukup mikir keras dan ngelamun, kenapa yaa? as my prespective, mungkin mungkin loh ya. laki laki diciptakan sama Tuhan tuh emang punya sifat dan hakikat untuk membimbing, mengayomi dan memberi (masculine). jadi, kalau semisal si istri punya gaji lebih besar daripada dia, mungkin si laki laki atau suami ini tidak begitu mempermasalahkan hal tsb, tapi jauh dilubuk hati atau pikiran mereka mungkin akan ada perasaan “not secure” kasarnya. atau kata yg lebih halus mungkin adalah perasaan “cemas” terhadap istri. karena mungkin bisa jadi istri akan mencari yang “lebih” dari who knows?


well, tapi itu semua tergantung masing masing orang, dan sah sah aja kalau hal tsb bisa dibicarakan dengan kedua belah pihak —suami istri. 


If that isn’t proof about how far we haven’t come as a society, I don’t know what is.


  • Apakah kalian akan menikahi seorang wanita yang menghasilkan lebih banyak uang daripada anda?
  • Apakah Anda akan menikahi seorang pria yang menghasilkan lebih sedikit uang daripada Anda?
  • Apakah Anda akan berkencan dengan seseorang (mungkin untuk sementara) yang menganggur?
  • Apakah ada perbedaan jika seorang pria tidak menghasilkan banyak yang berdasarkan profesinya atau karena dia memiliki ambisi yang rendah??? 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

does knowing me more lead to loving me less?

9/15/2024