About Us, Time, Life, and Death

Actually, i want to write my lil personal blog in English but considering it's been a long time i haven't studied it. My grammar is 'acakadul' wkwk so I choose to use Bahasa. Gapapa ya, kalau bahasaku campuran English-Indo ahahaha

These days, it is like normal day.. i woke up late because my sleep schedule was messed up. I have wanted to slow down and procrastinate my thesis because i feel like doing it. Sometimes i feel guilty, but at the same time I also feel like "i want to cherish this free time of mine, bcs who knows if will be able to have this much time to slow down in the future?" kasarnya kayak disamping aku ngerjain skripsi, aku nggak mau buru-buru amat, aku juga pengen cherish at the moment sambil ngerjain skripsi sambil romanticize sela-sela waktu yang aku punya. Tapi, kadang juga ngerasa bersalah karena kenapa kamu nggak gunain waktu dengan cepat dan ngga perlu buang-buang waktu. It' still always will be my question, but here, Iwant to talk u guys about my soe prespective of Us, Time, Life and Death.

US HUMAN

Kadang kita sebagai manusia selalu punya perasaan atau pikiran ingin bersantai, beristirahat, menunda-nunda pekerjaan, dan mengambil cuti satu atau dua hari untuk tidak terlalu produktif dan 'terburu-buru'. Enggapapa itu wajar, karena emang sifatnya manusia dan itu sebuah siklus. Karena bisa jadi itu adalah petunjuk dari tubuh untuk meluangkan waktu untuk badan dan pikiran buat istirahat. 

But, here's the question I never get the answer by myself. Gimana kalau ternyata kita cuma iseng untuk mengambil waktu istirahat, menunda-nunda pekerjaan dan bersantai-santai hanya karena kita ingin? Bukan karena capek atau lelah karena produktif atau semacamnya. Apakah itu sebuah hal yang 'sah' dan sebuah alasan wajar untuk 'beristirahat'? Will it make mee seem like iam not disciplined enough to myself? i think u can help me answer the question if you have the answer, I REALLY NEED IT. Seriously.

Nggak jarang juga kadang aku juga menunda-nunda pekerjaan. Aku pengen produktif ah, coba bikin personal blogger, nulis artikel, ikut course, baca literasi, atau kadang juga lanjutin skripsi yang udah bolak-balik revisi. Aku membenarkan itu semua cuma karena alasan classic. Mahasiswa semester akhir yang salah masuk jurusan, ngga pernah enjoy at the moment, dll. That's exactly  what im afraid of.  I THINK I have PLENTY of Time on my hand, but, am I?

Tapi, kenyataannya kita emang enggak punya banyak waktu kan? i'm so confused about is: what is the line between enjoying the moment and taking our time on doing things and wasting the time & taking for granted?

TIME

People say 'time is money' 'time is precious things because we cant get it back if we lose it' yes, is right. It's true and I agree with those statements. And it's like "we can apply the competition next year" but what's scary is we dont know when we will lose time because time is fleeting away every second.

LIFE and DEATH

Beberapa bulan yang lalu aku kkn, kebetulan aku kenalan sama temenku ini. Dia cewek, ikutlah dia lomba sama aku, karena waktu itu emang kkn pas bulan Agustus. Jadi ya banyak kegiatan, entah lomba atau selametan desa. Dia anak baik, kalem, suka senyum, ramah, pendiem ngga banyak omong. Eh tiba-tiba, kalau ngga salah bulan Januari kemarin dapet kabar kalau dia meninggal. Sebelumnya, aku sempet denger kalau dia sering izin ngga masuk kkn karena sakit. Tapi ga nyangka kalau ternyata sakitnya itu bikin dia drop dan diambil sama Tuhan. 

Scary, right? Time, Life, and Death are mysteries. We don’t know when we will die, but we always think that we have time to be better not knowing if we will stay alive the next day.

Balik lagi ke topik, gimana kalau seandainya orang yang kita sayangi, orang yang kita kenal tiba-tiba pergi gitu aja dan kita belum sempet punya waktu yang panjang untuk bisa bareng dan sama-sama? 

But you know what? From all of this, and while I finished writing this blog post, I think I have found the answer to my previous question about time. And my answer is: yes, it’s ok to take some time off if I want to even if I don’t have a valid reason to do that, and no, it’s not because I’m not disciple enough to control myself. 

Sama seperti yang aku bahas diatas, aku nggak akan pernah tahu kalau tahun depan punya banyak waktu luang sama kayak saat ini. Aku mungkin akan sangat sibuk untuk tahun depan, karena udah mulai lulus kuliah dan apply job, siapa tahu?

Karena kita emang enggak akan pernah tahu kapan kita akan mati. Yang artinya kita emang harus hidup dalam ketakutan dalam kematian. Karena sejatinya waktu dan kehidupan adalah sebuah anugrah sebagai manusia ciptaan Tuhan. Dan yang paling bisa kita lakuin saat ini adalah menjalani hidup semaksimal mungkin pada saat ini, bukan masa depan, apalagi masalalu. 

Kesimpulannya adalah, kita enggak apa-apa buat ambil waktu untuk sekedar beristirahat, tetapi yang paling penting dan yang terbaik adalah saat kita menyadari apa dan bagaimana arti hidup sehingga kita engga akan pernah menyia-nyiakan hal itu. Menghargai setiap momen, setiapdetik dengan momen momen yang ada. Karena kita tahu semua itu kadang selalu luput dari genggaman kita setiap detik dan setiap saat. Waktu memang cepat berlalu, manfaatkan waktu dan jalani sepenuhnya tanpa membebani kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

does knowing me more lead to loving me less?

9/15/2024

How Most Men Think They Don’t Deserve Love Just Because they are Financially Unstable